Hi baru bikin cerpen nih, dibaca ya ^^ maaf kalo ga bagus hehe
Masih
dengan tatapan kosong, Lyra menduduki kursi di kelas pelajaran terakhir.
Tatapannya lurus, dingin, dan tajam. Seperti ada sesuatu yang mengganjal
dibenaknya. Sudah beberapa bulan Lyra terlihat murung seperti ini. Dan semenjak
kemurungannya beberapa bulan terakhir, Lyra berubah menjadi sosok yang pendiam,
suka murung, tidak seceria dulu.
Tiba-tiba dari
belakang seseorang menepuk punggungnya..
“Hi!
Kok mukanya kamu manyun banget sih? Masih ingat kejadian itu?”
“Eh,
Andra, kangetin aku aja nih. Hm masih sih sedikit.”
“Udah
ga usah sedih.”
“hehe.”
“Kan
ada aku, aku kan bisa kamu andalin setiap saat.”
“Thanks,
Ndra.”
Ya,
kemurungan Lyra ini disebabkan karena berakhirnya hubungannya dengan pacarnya
atau mungkin sekarang bisa dibilang mantan pacarnya. Mereka udah pacaran hampir
2 tahun. Cowoknya itu ya bisa dibilang tipe cowok idaman cewek-cewek deh.
Ganteng, tinggi, putih, setia, ga pernah macem-macem, perhatian, tapi agak
sedikit cuek sih. Lyra merasa nyaman saat bersamanya, Reza. Namun, takdir
berkata lain. Hubungan itu harus kandas di tengah jalan.
***
“Kita
temenan aja ya?”
“Kenapa?
Aku sayang banget sama kamu. Jangan ngomong gitu.”
“Aku
mau istirahat dulu, pokoknya aku lagi ga mau pacaran.”
“Kamu
kok tega sih sama aku. Kamu jahat!”
“Maaf, bukan maksud aku buat nyakitin kamu. Tapi mulai sekarang kita harus jalan masing-masing, Ra. Maafin aku ya.”
“Maaf, bukan maksud aku buat nyakitin kamu. Tapi mulai sekarang kita harus jalan masing-masing, Ra. Maafin aku ya.”
Tut...tut....tutttt.......
Isak
tangis Lyra pecah seketika setelah dia memutuslan telepon dan mendengar
pernyataan Reza bahwa Reza ingin putus dengannya. Betapa sakitnya hati Lyra
ketika ia harus mendengar kenyataan yang didapatnya.
Tapi semuanya sudah terjadi,
kenangan manis selama pacaran masih tersimpan rapi di otak Lyra. Bahkan hampir
semuanya mengingatkan dengan Reza. Wallpaper hp, foto-foto Reza di laptop, kado
dari Reza, tulisan-tulisan tentang Reza di kamar Lyra, dan satu lagi, buku
diary yang memuat kenangan indah bersama Reza.
“Tuhan,
mengapa semua ini harus terjadi? Lyra ga mau pisah sama Reza. Lyra sayang sama
Reza. Jangan biarin Reza pergi Tuhan, jangan biarin Reza pergi. Lyra ga
sanggup.” Tangis Lyra terdengar pedih, seakan hidupnya sudah berakhir, dia
sudah berada di ujung jalan dengan jurang curam, seakan dia tidak bisa lagi
menyebrangi jalan dengan jurang yang tidak tau ada apa di dalam jurang
tersebut.
“Jangan
biarin Reza pergi!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Jangan!!!!!!!!!!!!!” Lyra berteriak,
teriakan dengan tangis yang begitu keras, dan semakin mengeras.
Lyra
memaki dirinya sendiri, memaki sifatnya yang membuat Reza pergi darinya. Lyra
ingin rasanya mengulang waktu, yang begitu mustahil dilakukan setelah
penyesalan itu datang.
“Reza,
jangan biarin aku sedih. Aku sayang banget sama kamu.” Lyra menelpon Reza
sambil menangis, Lyra mengatakannya.
“Maaf
Ra, aku ga mau nyakitin kamu kayak gini. Tapi aku ga bisa, maaf.” Reza
menanggapi perkataan Lyra dengan nada yang terdengar sedih juga.
“kenapa?
Aku bisa kok berubah jadi lebih baik, aku bisa, Za. Kasih aku kesempatan
terakhir.” Lyra memohon kepada Reza.
“Maaf,
Ra.” Hanya itu yang dapat dikatakan Reza.
Setelah lama meyakinkan Reza,
namun Reza tetap pada pendiriannya. Tidak. Sebuah sad ending yang mengenaskan
untuk cerita cinta Lyra.
***
Teng! Teng! Teng!
“heh
nona Cuek! Udah bel tuh!.” Andra menyadarkan Lyra dari lamunannya.
“Oh
iya.” Lyra kaget lalu membereskan buku-bukunya. Memasukkan ke dalam tas, dan
seketika itu dia beranjak dari tempat duduknya sambil berjalan keluar kelas.
Baru
saja keluar kelas, rasa sakitnya langsung menyerang seketika dia melihat Reza
bersama teman-temannya duduk. Kenapa harus melihat Reza lagi ya Tuhan? Kenapa
harus setiap hari melihatnya? Tahukah Engkau betapa sakitnya hati ini melihat
seseorang yang dulu menjadi milik kita dan sekarang dia sudah bukan menjadi
milik kita? Jagakan dia buat aku ya Tuhan, lindungi dia. Jangan biarkan dia
sakit. Lyra bergumam dalam hati.
Lyra
bergegas menuju gerbang sekolah, lalu pulang mencari taksi. Lyra kembali ingat
kalu dulu ga perlu untuk mencari taksi, karena selalu ada pangeran yang siap
mengantarnya pulang pergi sekolah dengan selamat. Yam itu dulu sebelum mereka
putus. Oke, putus adalah kata yang menyakitkan.
***
Lyra
menuruni taksi dan membuka pagar rumah, berjalan lemah menuju pintu. Rasanya
sudah tidak ada kekuatan lagi buat Lyra untuk menjalani hidup. Sampai di kamar,
dihempaskannya tubuhnya ke kasur, tas merah terserak di lantai. Lyra melamun
dan tak lama menetes lah air mata di pipinya. Tangisnya pecah, tak kuat ia
menahan tangis yang selalu ada dibenaknya.
Akankah
Reza kembali kepadaku? Akankah? Oh aku selalu menunggunya di sini, hingga dia
kembali padaku. Ya, suatu saat nanti. Aku percaya, dia akan kembali.
“Aku
ga boleh nangis, aku kuat aku kuat!.” Lyra menyemangati dirinya dengan segera
Lyra menyapui air matanya dan bangun dari tempat tidurnya. Kemudian dia
mengambil handphone di laci mejanya, semenjak putus dengan Reza, Lyra selalu
melupakan handphone genggam kesayangannya itu. Setelah mengambil handphonenya, Lyra kemudian memutar lagu Taylor Swift-Breathe...
I see your face in my mind as I drive away
'Cause none of us thought it was gonna end that way
People are people and sometimes we change our minds
But it's killing me to see you go after all this time
Mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm
Mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm
Music starts playin' like the end of a sad movie
It's the kinda ending you don't really wanna see
'Cause it's tragedy and it'll only bring you down
Now I don't know what to be without you around
And we know it's never simple, never easy
Never a clean break, no one here to save me
You're the only thing I know like the back of my hand
And I can't breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
Never wanted this, never want to see you hurt
Every little bump in the road I tried to swerve
People are people and sometimes it doesn't work out
[| From: http://www.elyrics.net/read/t/taylor-swift-lyrics/breathe-lyrics.html |]
Nothing we say is gonna save us from the fall out
And we know it's never simple, never easy
Never a clean break, no one here to save me
You're the only thing I know like the back of my hand
And I can't breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
It's two a.m., feelin' like I just lost a friend
Hope you know it's not easy, easy for me
It's two a.m., feelin' like I just lost a friend
Hope you know this ain't easy, easy for me
And we know it's never simple, never easy
Never a clean break, no one here to save me, oh
I can't breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
I see your face in my mind as I drive away
'Cause none of us thought it was gonna end that way
People are people and sometimes we change our minds
But it's killing me to see you go after all this time
Mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm
Mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm, mmm
Music starts playin' like the end of a sad movie
It's the kinda ending you don't really wanna see
'Cause it's tragedy and it'll only bring you down
Now I don't know what to be without you around
And we know it's never simple, never easy
Never a clean break, no one here to save me
You're the only thing I know like the back of my hand
And I can't breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
Never wanted this, never want to see you hurt
Every little bump in the road I tried to swerve
People are people and sometimes it doesn't work out
[| From: http://www.elyrics.net/read/t/taylor-swift-lyrics/breathe-lyrics.html |]
Nothing we say is gonna save us from the fall out
And we know it's never simple, never easy
Never a clean break, no one here to save me
You're the only thing I know like the back of my hand
And I can't breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
It's two a.m., feelin' like I just lost a friend
Hope you know it's not easy, easy for me
It's two a.m., feelin' like I just lost a friend
Hope you know this ain't easy, easy for me
And we know it's never simple, never easy
Never a clean break, no one here to save me, oh
I can't breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
Breathe
Without you, but I have to
I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
Hah?
Ada sms? Dari siapa? Dibukanya inbox itu, dan dilihatnya sms itu. Guess what?? Sms
itu dari Ferdi! Ya, Ferdi adalah mantannya Lyra, ia mengirimi Lyra sebuah sms.
Ferdi merupakan mantan Lyra yang paling baik. Cuma sayangnya, Lyra dan Ferdi
hanya sempat pacaran 2 bulan. Karena Lyra lebih memilih Reza dibanding dengan
Ferdi. Oh my god! Is that karma?
Ferdi:
Lyra, keep smile. Dont cry ya J
Lyra:
Iya, makasih.
***
Sms
itu berlanjut, sampai beberapa bulan lamanya. Banyak hal yang dilakukan Ferdi sehingga
membuat Lyra bahagia dan kembali. Kalau sudah seperti ini Lyra selalu membagi
kebahagiaannya dengan sahabat-sahabatnya, Anne, Andra, Ova, dan Ica. Lyra
selalu membagi suka dukanya dengan sahabat-sahabatnya. Lyra menganggap mereka
seperti saudaranya sendiri.
Ketika
Ferdi mengatakan bahwa dia masih mencintai Lyra. Lyra tidak bisa mengatakan
bahwa dia juga mencintai Ferdi. Entah kenapa Lyra menolaknya, dan memutuskan
hanya ingin berteman dengan Ferdi. Betapa hancurnya hati Ferdi saat itu, namun
Ferdi tetap bertahan. Siapa tau suatu saat nanti pintu hati Lyra terbuka oleh
waktu.
Namun
seiring waktu, Ferdi jatuh hati pada seorang gadis. Dan akhirnya dia memilih
gadis itu menjadi pacarnya. Lyra tersenyum bahagia mendengar itu. Ferdi pun
akhirnya menemukan gadis yang bisa membuatnya bahagia.
“Akhirnya
Ferdi udah nemuin pengganti aku. How happy i am, God.” Kata Lyra dengan
senyuman manis di bibir yang tanpa lipgloss itu. “Thanks udah bikin aku senyum
lagi, kamu emang orang yang baik.”
***
Kini,
Lyra terus berdoa dan berdoa. Berdoa agar Reza kembali kepadanya. Menunggu
keajaiban yang sepertinya terlihat mustahil untuknya. Akankah Reza kembali
padanya?
Setelah
berpikir keras, Lyra memutuskan untuk membuat secangkir coklat hangat.
Kebetulan harinya sedang hujan dan udaranya sangat dingin. Dibuatnya secangkir
coklat itu, lalu dibawanya cangkir berwarna putih bertuliskan tanggal jadiannya
dengan Reza. Gelas itu adalah dibelikan Reza saat mereka pergi ke pameran.
Lyra
duduk di shofa, di dekat jendela, udara saat itu memang saat dingin sehingga
Lyra memakai jaket tebal. Diminumnya sedikit demi sedikit coklat panas yang
dibuatnya. Sambil menatap keluar jendela, ada sesuatu yang membuat hatinya tak
tenang. Udara dingin menggerogoti kulitnya, setelah menggerogoti kulitnya
sekarang giliran daging-dagingnya yang merasakan udara dingin, sampai ke
tulang, udara itu menusuk jauh ke dalam dirinya. Udara yang masuk bersamaan
dengan terbukanya buku kenangan tentang Reza di otak Lyra.
Reza,
kenapa kamu selalu hadir dalam otakku? Aku benci! Kamu selalu saja memenuhi
otakku, tapi kamu ga pernah ada di samping aku lagi. Aku membencinya. Aku
selalu menunggu, tapi kamu ga pernah datang. Aku benci, Reza. Aku benci
semuanya. Tak terkecuali, Kamu.
Tiba-tiba
handphone di saku celananya Lyra bebunyi, diambilnya, dan dilihatnya.
MAMANYA
REZA?! Hah yang bener nih? Ada apa???
“halo
tante, ada apa?”
“Ini
Lyra kan? Bisa tolong datang ke rumah sakit harapan sekarang?.” Suaranya Tante
Sari terdengar sedih.
“Kenapa
tante? Lyra ga ngerti.” Lyra bingung dan panik mendengar permintaan Tante Sari.
“Kamu
datang aja sekarang ya, Tante mohon.” Tante Sari menangis.
“Iya,
Lyra ke sana sekarang.” Telpon dimatikan. Secangkir coklat panas ditangannya
langsung diletakkan di atas meja. Dan ia bergegas pergi.
***
Sampainya
di rumah sakit, ditemani Andra, Mamanya Reza, Papanya Reza, Lyra menunggu di
ruang tunggu operasi. Tak henti-henti Lyra mengeluarkan air mata. Didekapan
Andra, Lyra menangis tersedu-sedu. Lyra terkejut akan semua ini...
Dokter
keluar dan bicara kepada Papanya Reza. Sangat serius. Setelah itu mereka semua
dipersilakan masuk. Bergegas lah mereka semua masuk.
“Reza,
apa yang terjadi? Kamu kenapa bisa kayak gini? REZA!!!!.” Tangis Lyra terdengar
seisi ruangan.
“Lyra,
tante minta maaf. Tante baru bisa ngomong sekarang. Sebenernya udah beberapa
tahun ini Reza mengidap penyakit tumor. Tante dilarang Reza cerita ke kamu.
Maafin tante.” Tante Sari menceritakan kenapa Reza melarangnya untuk
memberitahu Lyra. “Jadi Reza sangat sayang sama kamu, dia ga mau nanti makin
terluka dan sakit karenanya.”
“Reza!
Ayo bangun! Aku sayang sama kamu, jangan tinggalin aku lagi. Aku ga bakalan
sanggu, Za. Ayo bangun jagoanku,!.” Lyra menangis di samping Reza, Lyra
berusaha membangunkan Reza yang dalam kondisi kritis saat itu.
“Hey,
tembem. Jangan nangis, aku ga bakalan pergi kok, aku bakalan di samping kamu
terus.” Dengan terbata-bata Reza mengucapkan itu.
“Kamu
harus sembuh ya, biar kita bis bareng-bareng lagi.” Tangan Lyra mengenggam erat
tangan Reza. Dan mencium kening Reza.
“Ga
bisa tembem, ini udah jalannya.” Sahut Reza sambil tersenyum pahit.
“Aku
ga bakalan biarin kamu pergi, kamu akan sama aku terus. Janji ya cukring!.”
Lyra meyakinkan dirinya bahwa Reza ga bakalan pergi.
“Aku
minta sama kamu boleh ga?” tanya Reza.
“Minta
apa? Pasti!.” Jawab Lyra.
“Bahagia
ya kalau aku ga ada. Kalau kamu kangen aku, kamu bisa liat aku sebagai matahari
di siang hari, dan sebagai bintang di malam hari. Aku akan selalu menjaga kamu,
tembem. Cari orang yang bisa bahagiain kamu” Kata Reza kepada Lyra.
“aku
maunya kamu, Za. Tapi kamu harus janji bakalan ada saat aku senang atau sedih
kan?.” Lyra menangis.
“ga
bisa sayang. Iya mbem, aku janji sama kamu. Ingat ya jangan cengeng. Masa anak
SMA cengeng banget.” Tangan Reza mencubit hidungnya Lyra.
“Za,
aku sayang kamu.” Tangis Lyra semakin menjadi-jadi.
Sambil
menyapui air mata dipipi Lyra, Reza berkata,”aku juga sayang sama kamu, sayang
banget malah. Maaf udah bikin kamu terluka. Love you tembem.” Kelopak mata Reza
tertutup seketika.
***
Ya, Reza sudah
meninggalkan dunia ini. Reza pergi meninggalkan aku. Aku akan selalu sayang
sama kamu. Aku bakalan ingat pesan kamu, aku kangen kamu. Baik-baik disana ya,
love you. Lyra beranjak dari nisan Reza. Dan berjalan keluar pemakaman. Dilubuk
hatiku terukir nama km, Za. Ga bakalan ada yang gantiin. Aku janji. Aku sayang
kamu, Reza.
No comments:
Post a Comment